Pekanbaru, The Next Metropolitan City?
Kota Pekanbaru adalah ibu kota dan kota terbesar di provinsi Riau, Indonesia. Kota Pekanbaru merupakan kota jasa. Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II serta dua pelabuhan di Sungai Siak, yaitu pelabuhan Pelita Pantai dan pelabuhan Sungai Duku, merupakan pintu gerbang kota Pekanbaru.
Perkembangan perekonomian kota ini sangat dipengaruhi oleh kehadiran perusahaan minyak, pabrik pulp dan kertas serta penambahan lahan perkebunan kelapa sawit beserta pabrik pengolahannya.
id.wikipedia.org
Kali ini kedua kali saya menginjakkan kaki ke Bandara Sultan Syarif Kasim II — Ooopss, saudara jauh saya nih
— , pertama kali pada Mei 2010. Dibanding pertama kali saya datang, dalam waktu se-singkat itu, sudah terjadi banyak perubahan. Pembangunan ruko dimana-mana, daerah yang dahulu rawa-rawa, sekarang sudah menjadi pusat ruko yang sangat ramai, dengan harga jual yang sangat tinggi pula…
Beberapa tempat usaha juga sudah mulai nampak disini, banyak orang dari luar kota datang kesini untuk mengadu nasib, terutama dari Medan. Jalanan yang belum begitu besar, namun berpotensi untuk diperbesar karena rumah-rumah maupun gudang semuanya dibangun jauh menjorok kedalam, akan sangat mudah jika dikemudian hari pemerintah setempat berniat untuk memperlebar jalan.
Tidak seperti kota Medan yang sangat padat, ruko yang sangat dekat dengan jalan raya, beberapa trotoar yang sudah seperti menghilang dari pandangan. Angkutan Kota di Pekanbaru juga hanya melewati beberapa ruas jalan, becak bermotor juga nggak nampak, jika anda tidak memiliki mobil disana, salah satu solusi naik Taxi. Kabarnya ada bus seperti metro mini, tapi saya nggak nampak.
Jika Medan ingin melakukan perombakan besar-besaran, biaya yang dibutuhkan bakal sangat merusak mata, jangan kaget anda melihat digit angka nol yang panjang di perencanaan biaya. Kalau Pekanbaru, karena masih banyak lahan, masih berpotensi besar.
Proyek pembangunan di Pekanbaru terjadi dimana-mana, kabar dari teman saya, Pekanbaru menjadi kota ter-korup di Indonesia, ntah bener nggak? Maaf kalau salah…
Sebenarnya perjalanan kali ini ke Pekanbaru, seperti pertama kali, bukanlah untuk jalan-jalan, tapi untuk menjalankan usaha. Bedanya hanya yang pertama kali saya datang untuk membuka toko, kedua kali untuk menutup toko, sungguh ironis..

Tepat sudah berjalan 1 tahun, kali ini harus ditutup, tepatnya dipindahkan ke Kota Parapat, karena beberapa kebijakan yang berubah dari provider, membuat kami harus pasrah memindahkan tempat usaha kami.

Toko yang sudah direnovasi sedemikian rupa, agak sedih juga harus kita tinggalkan begitu saja, penyewa selanjutnya ruko ini bakal ketiban rejeki deh, soalnya sekat-sekat kantor sudah siap pakai.
Yah begitulah perjalanan kali ini di Pekanbaru, berhubung tujuannya bukan jalan-jalan, jadi nggak begitu banyak hal bisa di share. Saya hanya mampir ke Mall SKA untuk makan pizza, keesokan harinya breakfast di Mie Pansit Siantar Wahaha, lunch yang lumayan mahal di Sambalado Hijau, kemudian ditraktir teman dinner di Ayam Penyet Pemuda Semarang Jl. Rajawali…
Saatnya terbang balik ke Medan.. Naik Lion Air, sepertinya pesawat baru, soalnya interiornya masih baru dan bersih, lampu standby-nya juga sejuk banget…

Pedemu Ngeri coy !

Pendapat saya sih dalam waktu nggak lama lagi, kota Pekanbaru bisa berkembang pesat. Namun jangan komplain atas kualitas air PAM yang nggak begitu memadai, menurut teman saya, jika anda mendapat air yang bersih sudah pasti berbau, begitu sebaliknya jika anda mendapat air yang agak keruh maka tidak berbau…


Responses