WilsonKasim.Com

Talk Less, Blog More…

Skip to: Content | Sidebar | Footer

Jalan Alor – Food Paradise

26 July, 2011 | Kuala Lumpur

Jalan Alor is an entire street dedicated to cheap hawker food of mainly local Chinese cuisines. Located within walking proximity with Bintang Walk, it is popular with the locals for offering food served in a traditional open-air atmosphere, with chairs and tables dotting the curbs and road-sides. This is a place burgeoning with activity both during night and day. While some hawkers erect stalls along curbs, others operate food stalls from utilitarian restaurants. The food served in local hawker stalls are generally cleaner than their counterparts in Malaysia’s less-developed neighbouring countries

The stalls are parked all along the street. It is quite an overwhelming experience for the first timers, who may have some difficulty on deciding where to eat. Don’t feel intimidated; most of the menus have pictures of each delicacy.

wikipedia.org

Suasana ramai sudah terasa sebelum tiba disini, banyak orang berlalu-lalang, puncaknya ketika melihat Jalan Alor, wuihh… Nampak hingar bingar disana, banyak stand makanan baik indoor maupun outdoor, banyak pedagang menawarkan dagangannya, namun masih taraf wajar, nggak seperti yang saya alami di Medan, ketika mampir ke Merdeka Walk dan tempat makan di Singapore Station Adam Malik, ampunnn seperti dikerumunin semut…

Banyaknya pilihan makanan membuat kami sangat kebingungan menentukan pilihan, kami harus berjalan sampai agak tengah dulu untuk seleksi-seleksi, sampai terakhir kami menentukan pilihan untuk makan didepan restoran ini, Cu Cha Restaurant. Pilihannya outdoor, takut pengap didalam.

Mencoba Penang Char Kueh Teow (RM 5) – soal rasa sudah pasti ueenakk… Seafood-nya nggak bau amis, rasanya juga pas, nggak perlu ditemanin penyedap makanan lagi, tapi akan makin nendang kalau ditambah irisan cabe rawit…

Claypot Bak Kut Teh (RM 13) – Dengan kuah berbau herbal, daging yang banyak, rasanya sedap… Sangking enaknya, pas makan nggak terasa panas kuahnya, sudah siap makan baru lidah saya kebas 2 hari… >.<

Wan Tan Mee (RM 5.5) – Rasanya seperti Wan Tan Mee pada umumnya, kuahnya yang sudah dituang kedalam membuat kami tidak bisa menaruh kuah seberapa banyak sesuai selera. Not bad, but nothing special…

Satay Ayam (RM 6) – Daging satenya lembut, namun bumbu kacangnya agak manis, coba akalin dengan campurkan irisan cabe dibumbunya, enak…

Overall puas deh makan disini, harganya juga terjangkau. Oh ya, malam kedua, kami mencoba duduk didalam, ternyata nggak pengap, malah sejuk, tau gitu hari pertama duduk didalam aja.

Comments

Comment from leo
Time 26 July 2011 at 17:59

Sebenarnya deket jln alor juga ada satu chinese resto namanya soo kee. Menu yg terkenal itu sang har mee dan cantonese beef noodle. Cuman distancenya lebih jauh kalo mau jalan kaki. Like I said jl alor itu bisnis turis jadi semuanya mahal. lain kali datang must visit deh Soo Kee ini! http://www.vkeong.com/2009/food-drink/sang-har-meen-soo-kee-mee-stall-medan-imbi/#more-1543

Comment from WilsonKasim
Time 26 July 2011 at 22:29

Iya bro, hari itu udah jalan sampai setengah, makin jalan malah makin pusing soalnya pilihan makin banyak. Jadi ambil keputusan untuk balik aja ditempat awal. Hehehe… Btw, itu Sang Har Mee gede banget udangnya, slruppz….

Write a comment