“Eh, how much money you have in your bank acc?”
“Malu bertanya, sesat di jalan” — Peribahasa yang sangat populer ini mengajarkan kita untuk jangan pernah malu bertanya, gali-lah sebanyak mungkin ilmu yg bisa anda dapat, isi otak anda dengan pengetahuan yang luas. Bertanya-lah hal apapun yang ingin anda ketahui. Tapi bukan berarti bertanya tentang privasi orang loh!
Namun, ada beberapa hal yg termasuk privasi orang dan sangat sensitif untuk dipertanyakan. Ada beberapa orang dengan “rasa ingin tahu” yang sangat tinggi, tidak memikirkan etika dalam bertanya, suka sekali bertanya, “Berapa sih income elo?” . Coba dipikirkan, apakah untungnya anda menanyakan hal itu? Apakah anda mencoba untuk meminta sebagian harta mereka?
Kalau anda punya niat untuk bekerja di suatu profesi yang sama, misalnya ada teman yang bekerja sebagai Customer Service di bank, kebetulan anda juga sedang melamar posisi itu, mungkin sekedar ingin membandingkan gaji yang bakal anda dapat di tempat baru anda, walau juga tidak etis, namun itu adalah hal yang lumayan masuk akal.
Tapi, jika anda mencoba bertanya kepada orang yg berprofesi Marketing, kalau gaji pokok, it’s okay. Kalau sampai bertanya tentang bonus-bonusnya? Gimana kalau anda bertanya kepada orang, “Berapa sih gaji kamu kerja disana?” “Berapa sih income sebulan dari bisnis kamu?” “Berapa sih yang kamu dapat dari penjualan produk XXXX?” , terus kalau dijawab, anda mau bilang apa? “Wahhh, kaya banget yah kamu!” *sighhh*. Terus kalau income pas-pasan, anda mau sumbang?
Kalau anda salah satu orang seperti diatas, no offense, ubahlah kebiasaan anda tersebut, mungkin anda harus berpikir ulang lagi untuk memberi pertanyaan seperti itu, itu pertanyaan yang amat risih dan mengganggu.
Coba anda pergi ke toko, sebelum membeli, anda tanya dulu, “eh, dapat berapa sih kamu dari penjualan produk ini?”
atau to the point aja deh, “EH, SEKARANG DUIT DI REKENING BANK KAMU ADA BERAPA?”
atau….
Q: “eh, still virgin?”
A: ^#&Q^#*(#*Q(#))#*Q !!!!


Responses